Halaman
Sabtu, 05 Agustus 2017
Besaran
Besaran adalah suatu yang dapat diukur dan dinyatakan
dengan angka dan nilai yang memiliki satuan.
Dari
pengertian ini dapat diartikan bahwa sesuatu itu dapat dikatakan sebagai
besaran harus mempunyai 3 syarat yaitu
1. dapat
diukur atau dihitung
2. dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
3. mempunyai satuan
2. dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
3. mempunyai satuan
Bila ada
satu saja dari syarat tersebut diatas tidak dipenuhi maka sesuatu itu tidak
dapat dikatakan sebagai besaran.
Besaran
berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu
:
1. Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari
pengukuran. Karena diperoleh dari pengukuran maka harus ada alat ukurnya.
Sebagai contoh adalah massa. Massa merupakan besaran fisika karena massa dapat
diukur dengan menggunakan neraca.
2. Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh besaran non fisika adalah Jumlah.
2. Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh besaran non fisika adalah Jumlah.
Besaran berdasarkan arah dikelompokan menjadi dua macam yaitu:
1. Besaran vektor
2. Besaran Skalar
Besaran Vektor adalah
besaran yang memiliki satuan tanpa arah, sedangkan besaran skalar adalah besaran
yang memiliki satuan dan arah.100 km/Jam, maka pasti kita akan bertanya, ke
arah mana mobil tersebut bergerak. Apakah bergerak 100km/jam ke timur,
100km/jam ke utara, dan lain sebagainya. Jadi, besaran vektor selalu dinyatakan
dengan benar (angka) dan arah.
Contoh besaran skalar
adalah massa (kita tidak perlu mempertanyakan arah 4 kg), waktu,massa jenis,
kelajuan, dan luas; sementara contoh besaran vektor adalah pergeseran
(perpindahan), kecepatan, percepatan, gaya, dan berat. Yang membedakan besaran
vektor dari besaran skalar adalah bahwa untuk besara vektor, operasi-operasi
aljabar tidak berlaku seperti
halnya pada besaran skalar.
Untuk penulisan besaran
vektor dan besaran skalar, secara internasional telah ditetapkan bahwa
penulisan vektor untuk tulisan tangan adalah dengan tanda panah di atas lambang
besaran, sementara untuk tulisan cetak, digunakan huruf yang dicetak teba.
Untuk lebih
jelasnya, perhatikan penulisan berikut
ini.
N = satuan newton
N = besaran gaya normal
N = vektor gaya normal
Penggambaran besaran-besaran vektor
dilakukan dengan menarik sebuah garis lurus dari sebuah titik pangkal menuju
titik ujung yang pada titik ujung ini diberikan tanda panah (umumnya di titik
ujung). Perhatikan gambar 1.8 yang menjelaskan perjalanan sebuah mobil dari
posisi P1 menuju posisi P2. mobil tersebut melewati jalanan yang tidak lurus,
tetapi berbelok melengkung. Penjang lintasan yang ditempuh mobil disebut jarak
(besaran skalar), sedangkan perubahan posisi mobil, yang digambarkan dengan
garis lurus dari P1 ke P2 disebut perpindahan (besaran vektor). Panjang garis
lurus menyatakan besarnya besaran vektor tersebut, sedangkan arah garis (dalam
sudut q) menyatakan arah vektor. Sebuah vektor bisa digeser-geser, dengan
catatan panjang garis dan besar sudut q tidak diubah-ubah.
Sebuah vektor dikatakan
berubah apabila besar ataupun arahnya, atau keduanya berubah. Persamaan vektor
A = B mengandung arti bahwa besar dan arah vektor A = B adalah sama; dengan
kata lain A = B, qA = qB.
Seperti telah
disebutkan sebelumnya, untuk menjumlahkan dua besaran harus mempunyaibesaran
yang sama. Disamping itu, karakter kedua besaran pun harus sama. Dengan
demikian, kita tidak bisa menjumlahkan sebuah vektor dengan sklar.sebagai
contoh, persamaan A = B dan penjumlahan A + B adalah tidak mempunyai arti fisis
sama sekali. Sebuah vektor dapat dikalikan dengan sebuah skalar. Perkalian
sebuah vektor dengan skalar yang nilainya positif hanya mengubah besar vektor,
tidak mengubah arahnya. Akan tetapi, jika skalar yang dikalikan dengan angka
negatif, maka disamping besarnya berubah, arah vektor pun menjadi kebalikannya
(berputar sebesar 1800),vektor negatif dari A, ditulis-A, mempunyai besar yang
sama dengan besar vektor A, tetapi memiliki arah yang berlawanan dengan arah
vektor A.
Resultan
Vektor
Sebuah vektor, sama
halnya dengan sebuah skalar, dapat dijumlahkan, dikurangkan, ataudikalikan
dengan vektor lainnya. Untuk melukiskan bagaimana sebuah vektor dijumlahkan,
Dimulai dari titik O, siswa bergerak 4 m ke timur menuju titik Q, dan selanjutnya
melangkah 3 m ke utara menuju titik P. jika perpindahan pertama kita lambangkan
dengan vektor A, dan perpindahan kedua kita lambangkan dengan vektor B, maka
perpindahan total siswa tersebut adalah vektor C, yaitu vektor yang berpangkal
di titik O dan berujung di titik P. Vektor C kita namakan vektor resultan atau
vektor penjumlahan dari dua vektor, yaitu vektor A dan B. . Dengan
demikian, dapat diuliskan bahwa persamaan ini tidak sama seperti halnya
persamaan aljabar biasa. Contoh diketahui bahwa panjang vektor A, yaitu A = 4 m
dan panjang vektor B, yaitu B = 3 m. Apakah panjang vektor C sama dengan 4 + 3
= 7 m? Ternyata tidak! Vektor C merupakan sisi miring dari segitiga siku-siku
OPQ, yang sesuai dalil Phytagoras, panjang C sama dengan 3 4 5 m 2 2 + = .
Jadi, jelas bahwa C _ A + B. Secara umum dapat dinyatakan, besar vektor
resultan [A + B] _ A + B.
Berdasarkan uraian
diatas, jika vektor A dan B saling tegak lurus, maka besar resultan
vektor A dan B dapat dihitung dengan
rumus Phytagoras, yaitu R = 2 2 A + B dengan R = besar vektor resultan, A =
besar vektor A, dan B = besar vektor B.
Dalam fisika besaran ada dua yaitu besaran pokok dan
besaran turunan :
1. Besaran
pokok
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah
ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain.Besaran pokok
yang paling umum ada 7 macam yaitu Panjang (m), Massa (kg), Waktu (s), Suhu
(K), Kuat Arus Listrik (A), Intensitas Cahaya (cd), dan Jumlah Zat (mol).
Besaran pokok mempunyai ciri khusus antara lain diperoleh dari pengukuran
langsung, mempunyai satu satuan (tidak satuan ganda), dan ditetapkan terlebih
dahulu.Sistem
mutu metrik yang menjadi tulang punggung sistem satuan internasional (SI)
menetapkan 7 besaran pokok yang bisa dilihat pada tabel dibawah ini.
2. Besaran turunan
Besaran turunan adalah besaran yang
satuannya diturunkan dari besaran pokok. Jika suatu besaran turunan merupakan
perkalian besaran pokok , satuan besaran turunan itu juga merupakan perkalian
satuan besaran pokok, begitu juga berlaku didalam satuan besaran turunan yang
merupakan pembagian besaran pokok. Besaran turunan mempunyai ciri khusus antara
lain : diperoleh dari pengukuran langsung dan tidak langsung, mempunyai satuan
lebih dari satu dan diturunkan dari besaran pokok.
Tabel
dibawah ini merupakan contoh besaran turunan serta satuan dasarnya dimana dari
satuan dasar tersebut diharapkan teman-teman langsung dapat mengenali dari
besaran pokok apa saja besaran turunan tersebut didapatkan.
B.Satuan
Satuan adalah sebagai pembanding dalam
suatu pengukuran besaran. Setiap besaran mempunyai satuan masing-masing, tidak
mungkin dalam 2 besaran yang berbeda mempunyai satuan yang sama. Apa bila ada
dua besaran berbeda kemudian mempunyai satuan sama maka besaran itu pada
hakekatnya adalah sama. Sebagai contoh Gaya (F) mempunyai satuan Newton dan
Berat (w) mempunyai satuan Newton. Besaran ini kelihatannya
berbeda tetapi sesungguhnya besaran ini sama yaitu besaran turunan gaya.
Sistem Satuan
Sistem satuan metrik, dibedakan atas
:
- statis
- dinamis
Sistem statis :
·
statis besar
- satuan panjang : meter
- satuan gaya : kg gaya
- satuan massa : smsb
·
statis kecil
- satuan panjang : cm
- satuan gaya : gram gaya
- satuan massa : smsk
Sistem dinamis :
Sistem Satuan
|
Dinamis Besar
|
Dinamis Kecil
|
1.
Panjang
|
meter
|
cm
|
2.
Massa
|
kg
|
gr
|
3.
Waktu
|
sec
|
sec
|
4.
Gaya
|
newton
|
dyne
|
5.
Usaha
|
N.m = joule
|
dyne.cm = erg
|
6.
Daya
|
joule/sec
|
erg/sec
|
Sistem dinamis besar biasa kita
sebut “M K S” atau “sistem praktis” atau “sistem Giorgie”
Sistem dinamis kecil biasa kita
sebut “C G S” atau “sistem Gauss”.
Sistem Satuan Britania ( British System )
Sistem Satuan
|
British
|
1.
Panjang
|
foot ( kaki )
|
2.
Massa
|
slug
|
3.
Waktu
|
sec
|
4.
Gaya
|
pound ( lb )
|
5.
Usaha
|
ft.lb
|
6.
Daya
|
ft.lb/sec
|
* Awalan
Yang Digunakan Dalam S.I.
AWALAN
|
SIMBOL
|
FAKTOR
|
Kilo
|
K
|
10 3
|
Mega
|
M
|
10 6
|
Giga
|
G
|
10 9
|
Tera
|
T
|
10 12
|
milli
|
m
|
10 -3
|
mikro
|
m
|
10 -6
|
nano
|
n
|
10 -9
|
piko
|
p
|
10 -12
|
femco
|
f
|
10 -15
|
ato
|
a
|
10 -18
|
Dimensi
Jika dalam suatu pengukuran benda A.
A = 127 cm = 1270 milimeter = 1,27 x
106 mikron
Nilai besaran A adalah 127 apabila
dinyatakan dalam cm,
Nilai besaran A adalah 1270 apabila
dinyatakan dalam mm,
Nilai besaran A adalah 1,27 apabila
dinyatakan dalam meter dan seterusnya.
Jadi satuan yang dipakai menentukan
besar-kecilnya bilangan yang dilaporkan.
Mengapa satuan cm dapat di ganti
dengan m, mm, atau mikron ?
Jawabannya, karena keempat satuan
itu sama dimensinya, yakni berdimensi panjang.
Ada dua macam dimensi yaitu :
- Dimensi Primer
- Dimensi Sekunder
·
Dimensi Primer yaitu :
M : untuk satuaan massa.
L : untuk satuan panjang.
T : untuk satuan waktu.
·
Dimensi Sekunder adalah dimensi dari semua besaran
yang dinyatakan dalam massa, panjang dan waktu.
contoh : - Dimensi gaya : M L T-2
-
Dimensi percepatan : L T-2
Catatan : Semua besaran fisis dalam
mekanika dapat dinyatakan dengan tiga besaran pokok ( Dimensi Primer ) yaitu
panjang, massa dan waktu.
Kegunaan dimensi :
Untuk Checking persamaan-persamaan
fisika, dimana dalam setiap persamaan dimensi ruas kiri harus sama dengan
dimensi ruas kanan.
Contoh :
1. P = F . V
daya = gaya
x kecepatan.
M L2 T-3
= ( M L T-2 ) ( L T-1 )
M L-2 T-3
= M L2 T-3
2. F = m . a
gaya = massa x percepatan
M L T-2 = ( M ) ( L T-2 )
M L T-2 = M L T-2
a. Satuan Baku
Satuan baku adalah satuan yang telah diakui dan
disepakati pemakaiannya secara internasional tau disebut dengan satuan
internasional (SI).
Contoh: meter, kilogram, dan detik.
Contoh: meter, kilogram, dan detik.
Sistem satuan internasional dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Sistem MKS (Meter Kilogram Sekon)
2. Sistem CGS (Centimeter Gram Second)
1. Sistem MKS (Meter Kilogram Sekon)
2. Sistem CGS (Centimeter Gram Second)
Tabel Satuan Baku
Besaran Pokok
|
Satuan MKS
|
Satuan CGS
|
Massa
|
kilogram (kg)
|
gram (g)
|
Panjang
|
meter (m)
|
centimeter (cm)
|
Waktu
|
sekon (s)
|
sekon (s)
|
Kuat Arus
|
ampere (A)
|
statampere (statA)
|
Suhu
|
kelvin (K)
|
kelvin (K)
|
Intensitas Cahaya
|
candela (Cd)
|
candela (Cd)
|
Jumlah Zat
|
kilomole (mol)
|
mol
|
b. Satuan Tidak Baku
Satuan tidak
baku adalah satuan yang tidak diakui secara internasional dan hanya digunakan
pada suatu wilayah tertentu.
Contoh: depa, hasta, kaki, lengan, tumbak, bata dan langkah.
Contoh: depa, hasta, kaki, lengan, tumbak, bata dan langkah.
C. Pengukuran
Pengukuran adalah proses membandingkan nilai besaran yang
diukur dengan besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan. Hasil dari pada
pengukuran merupakan besaran
d. Alat ukur
besaran kuat arus
Kuat arus adalah
besaran yang menyatakan besarnya arus listrik yang melalui suaturangkaian
listrik. Untuk mengukur kuat arus listrik digunakan amperemeter. Amperemeter
memiliki batas ukur tertentu contohnya 0 – 5 A (batas ukur 5A). Dalam rangkaian
ampermeter disusun secara seri dengan komponen listrik yang akan diukur.
e. alat
ukur lainnya yaitu :
1.
Stop Watch :
|
untuk mengukur waktu mempunyai batas ketelitian 0,01
detik.
|
2.
Dinamometer :
|
untuk mengukur besarnya gaya.
|
3.
Termometer :
|
untuk mengukur suhu.
|
4.
Higrometer :
|
untuk mengukur kelembaban udara.
|
5.
Ampermeter :
|
untuk mengukur kuat arus listrik.
|
6.
Ohm meter :
|
untuk mengukur tahanan ( hambatan ) listrik
|
7.
Volt meter :
|
untuk mengukur tegangan listrik.
|
8.
Barometer :
|
untuk mengukur tekanan udara luar.
|
9.
Hidrometer :
|
untuk mengukur berat jenis larutan.
|
10. Manometer
:
|
untuk mengukur tekanan udara tertutup.
|
11. Kalorimeter
:
|
untuk mengukur besarnya kalor jenis zat.
|
C. Angka
Penting
Semua angka
yang diperoleh dari hasil pengukuran disebut ANGKA
PENTING, terdiri atas angka-angka pasti dan angka-angka terakhir yang
ditaksir ( Angka taksiran ).
Hasil pengukuran dalam fisika tidak pernah
eksak, selalu terjadi kesalahan pada waktu mengukurnya. Kesalahan ini dapat
diperkecil dengan menggunakan alat ukur yang lebih teliti.
Aturan-aturan
angka penting :
1. Semua angka
yang bukan nol adalah angka penting.
Contoh :
14,256 ( 5 angka penting ).
2. Semua angka
nol yang terletak di antara angka-angka bukan nol adalah angka penting. Contoh
: 7000,2003 ( 9 angka penting ).
3. Semua angka
nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir, tetapi terletak di
depan tanda desimal adalah angka penting.
Contoh :
70000, ( 5 angka penting).
4. Angka nol
yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir dan di belakang tanda
desimal adalah angka penting.
Contoh :
23,50000 ( 7 angka penting ).
5. Angka nol
yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir dan tidak dengan tanda
desimal adalah angka tidak penting.
Contoh :
3500000 ( 2 angka penting ).
6. Angka nol
yang terletak di depan angka bukan nol yang pertama adalah angka tidak penting.
Contoh : 0,0000352 ( 3 angka penting ).
Ketentuan - Ketentuan Pada Operasi Angka Penting :
1. Hasil
operasi penjumlahan dan pengurangan dengan angka-angka penting hanya boleh
terdapat SATU ANGKA TAKSIRAN saja.
Contoh :
2,34 angka 4 taksiran
0,345 + angka
5 taksiran
2,685 angka 8 dan 5 ( dua angka
terakhir ) taksiran.
maka ditulis : 2,69
( Untuk penambahan/pengurangan perhatikan angka
dibelakang koma yang paling sedikit).
13,46 angka 6 taksiran
2,2347 - angka 7 taksiran
11,2253 angka 2, 5 dan 3 ( tiga angka terakhir )
taksiran
maka dituli :
11,23
2. Angka
penting pada hasil perkalian dan pembagian, sama banyaknya dengan angka penting
yang paling sedikit.
Contoh : 8,141 (
empat angka penting )
0,22 x
( dua angka penting )
1,79102
Penulisannya : 1,79102 ditulis 1,8 ( dua angka penting
)
1,432 ( empat angka penting )
2,68 : ( tiga angka penting )
0,53432
Penulisannya : 0,53432 di tulis 0,534 ( tiga angka penting )
3. Untuk angka
5 atau lebih dibulatkan ke atas, sedangkan angka kurang dari 5 dihilangkan.
Notasi Ilmiah = Bentuk Baku
Untuk mempermudah penulisan
bilangan-bilangan yang besar dan kecil digunakan Notasi Ilmiah atau Cara Baku.
p . 10 n
dimana : 1, p,
10 ( angka-angka penting )
10n disebut orde
n bilangan bulat positif atau negatif
contoh : - Massa bumi = 5,98 . 10 24
- Massa elektron = 9,1
. 10 -31
- 0,00000435 = 4,35 . 10 -6
- 345000000 = 3,45 . 10 8
Referensi :
https://kurniarita.wordpress.com/ipa1/besaran-dan-satuan-2/materi-besaran-dan-satuan/
Referensi :
https://kurniarita.wordpress.com/ipa1/besaran-dan-satuan-2/materi-besaran-dan-satuan/


DILARANG COMMENT "UP,JEJAK DAN TEMAN2YA"
BalasHapus